Senin, 09 Januari 2012

Laporan Pengesahan Proposal

PROPOSAL STRUKTUR KALIMAT DALAM IDIOLEK BOYOLALI SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK



Diajukan untuk menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia


Dosen Pembimbing : Sangsang Sangabakti







Oleh :

Nisa Tahaja Seradillah
3 KA 07
13109168




PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011






LEMBAR PENGESAHAN



Depok, 10 Januari 2012.





Mengetahui,
Ketua Jurusan Sistem Informasi




Dr. Setia Wirawan, Skom, MMSI.






Menyetujui,
Pembantu Rektor III, Universitas Gunadarma.




Irwan Bastian, S.Kom, M.Msi.






KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur terucap kepada Allah SWT Tuhan semesta alam, yang telah memberikan karuniah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan sebaik-baiknya.
Adapun tujuan penulis menyusun proposal ini adalah sebagai tugas akhir dari mata kuliah Bahasa Indonesia.
Tersusunnya proposal ini tidak hanya hasil dari pekerjaan penulis semata namun bantuan serta masukan dari berbagai pihak juga menjadi hal penting dalam hal ini. Untuk itu penulis berterima kasih kepada Bapak Sangsang Sangabakti selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia, serta semua teman-teman yang senantiasa memberikan masukan demi tersusunnya proposal ini.
Penulis menyadari kekurangan dan ketidaksempurnaan dari proposal ini dikarenakan keterbatasan penulis maka dari itu saran dan masukan yang membangun merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh penulis demi menyempurnakan proposal ini.


Depok, 28 November 2011


Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Batasan Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
b. Tujuan Khusus
E. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis.
b. Manfaat Praktis
F. Definisi Operasional

BAB II LANDASAN TEORI
A. Struktur Kalimat
B. Jenis Kalimat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metodologi Penelitian
B. Sumber Data dan Data Penelitian
C. Cara Kerja Penelitian
D. Tehnik Pengumpulan Data


BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Bahasa itu bersifat dinamis, bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja : fonologi, morfologi, sintaksis, semantic, dan leksikon. Pada setiap waktu mungkin saja ada kosakatabaru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam, tidak digunakan lagi. Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh seseorang yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam. Ironisnya pemakaian bahasa pada suatu daerah khususnya bahasa jawa, sebagian besar sama sekali tidak memperhatikan struktur dari kalimat itu sendiri, sehingga bahasa tersebut hanya dapat difahami oleh sekumpulan masyarakat itu sendiri, bisa diambil contoh pada idiolek boyolali dalam percakapan berikut :
A : koe arep nang ngendi
B : aku arep ngopi karo sobatku
Bisa dilihat dari contoh diatas bahwa bahasa jawa khususnya pada kota Boyolali sama sekali kurang memperhatikan struktur dan pola kalimat itu sendiri. Apabila hal tersebut tidak diperhatikan maka citra bahasa jawa terkesan sebagai bahasa yang ngawur dan tidak berkaidah, karena struktur dan pola kalimatnya kurang diperhatikan. Dengan adanya permasalahan tersebut penulis sengaja mengambil objek itu untuk diteliti dengan judul : Struktur Kalimat dalam Idiolek Boyolali Sebuah Kajian Sosiolinguistik.

B. Batasan Masalah

Pembahasan tentang idiolek pada sebuah bahasa sangat luas sekali pengkajiannya. Untuk itu sengaja penulis menyempitkan bahasan agar tidak terjadi ketidak tepatan sasaran dari tujuan penelitian ini penulis membatasi permasalahan yaitu pada struktur kalimat pada idiolek Boyolali saja dan tidak terlalu meluas.


C. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang serta permasalahan yang ada maka dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah :
1. Bagaimanakah struktur kalimat pada idiolek Boyolali yang ditinjau dari sosiolinguistik?
2. Bagaimanakah konteks struktur kalimat pada idiolek Boyolali yang ditinjau dari sosiolinguistik?



D. Tujuan Penelitian

a. Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pendeskripsian tentang bentuk-bentuk idiolek Boyolali.

b. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan :
1. Struktur kalimat pada idiolek Boyolali yang ditinjau dari segi sosiolinguistik?
2. Konteks struktur kalimat pada idiolek Boyolali ditinjau dari segi sosiolinguistik.


E. Manfaat Penelitian


a. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini diharap dapat bermanfaat bagi pengembangan teori bahasa. Khususnya pada idiolek Boyolali, sehingga pemakaian struktur kalimatnya bias sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

b. Manfaat Praktis

Secara praktis hasil penelitian ini akan menjadi referensi bagi guru bahasa untuk kepentingan kebahasaan, khususnya yang berkaitan dengan struktur kalimat dalam idiolek. Selain itu, hasil penelitian ini diharap dapat dijadikan sebagai acuan penelitian lebih lanjut bagi peneliti.



F. Definisi Operasional

Agar tidak menimbulkan pengertian ganda atau salah persepsi, diperlukan suatu penjelasan-penjelasan yang terdapat pada penelitian ini. Judul penelitian ini adalah Struktur Kalimat dalam Idiolek Boyolali Sebuah Kajian Sosiolinguistik. Adapun batasan istilah pada penelitian ini adalah :
Struktur kalimat :
unsur-unsur yang harus ada yang membentuk sebuah kalimat adapun unsur-unsur tersebut ialah subyek, obyek, predikat, pelengkap dan keterangan.


BAB II
LANDASAN TEORI


A. Struktur Kalimat

Kalimat adalah Satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat. Struktur kalimat adalah unsur-unsur yang harus ada dan unsur tersebut membentuk sebuah kalimat. Unsur-unsur tersebut ialah :

a. Subyek

- Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku/masalah.
- Menjawab pertanyaan: siapa, apa.
- Biasanya berupa kata benda/frasa(kongkret/abstrak) merujuk kepada benda.
- Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)

b. Predikat

- Bagian yang memberitahu tindakan/keadaan subjek
- Biasanya kata/frasa
- Menjawab : bagaimana, diapakan, mengapa, sedang apa
- Kata Adalah atau Ialah Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.
- Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau

c. Obyek

- Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat
- Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.
- Didahului kata Bahwa Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif

d. Pelengkap

- Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap
- Di Belakang Predikat Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek.
- Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa


e. Keterangan

- Ciri keterangan adalah dapat dipindah –pindah posisinya
- Dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO .Jika tidak dapat di pindah maka bukan keterangan.

B. Jenis Kalimat

a. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru.


b. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terjadi dari:

1. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada.

2. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat
Berdasarkan sifat hubungannya, kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran

a. Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Kalimat majemuk setara terdiri atas:1) Kalimat majemuk setara menggabungkan. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan, serta, lagipula, dan sebagainya, 2) Kalimat majemuk serta memilih. Biasanya memakai kata tugas: atau, baik, maupun, 3) Kalimat majemuk setara perlawanan. Biasanya memakai kata tugas: tetapi, melainkan.

b. Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal, bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat.

c. Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat majem campuran.

d. Kalimat Mayor dan Minor

1. Kalimat Mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti
2. Kalimat Minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat

e. Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

1. Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka, jelas, dan tepat.
2. Kalimat tak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Metodologi Penelitian

Metode penelitian merupakan alat, prosedur dan teknik yang dipilih dalam melaksanakan penelitian (dalam mengumpulkan data). Berdasarkan tujuan yang diharapkan dari penelitian ini, maka diterapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang tidak menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya.

B. Sumber Data dan Data Penelitian

Sumber data dalam penelitian ini adalah idiolek Boyolali yang terdapat pada masyarakat Boyolali. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya berupa benda, gerak, atau proses sesuatu. Dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatanlah yag menjadi sumber data.
Adapun data penelitian ini berupa instrument hasil transkripsi dari rekaman percakapan yang dilakukan oleh beberapa orang yang berdomisili di Boyolali.

C. Cara Kerja Penelitian

Adapun langkah-langkahnya meliputi :

1. Merekam dialog yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Boyolali.
2. Mentranskripsi rekaman ke bentuk tertulis
3. Melakukan pencatatan yang sesuai dengan tujuan penelitian serta mengelompokkannya
4. Menafsirkan seluruh data yang telah dikelompokkan dan mengidentifikasi untuk menemukan kepaduan, kesatuan dan hubungan antara data sehingga diperoleh pemahaman yang utuh tentang idiolek Boyolali.
5. Mentabulasi data terkumpul
6. Menganalisis struktur kalimat dari idiolek Boyolali.


D. Tehnik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah (1) observasi, (2) perekaman dan (3) pencatatan . Teknik observasi dipandang efektif untuk mencatat fenomena-fenomena yang terjadi dilapangan. Observasi dilakukan peneliti secara bertahap. Tahap pertama peneliti mencari tempat dimana beberapa masyarakat Boyolali berkumpul setelah itu mendengarkan mereka berdialog. Langkah selanjutnya ialah merekam dialog yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Boyolali, dengan menggunakan alat perekam berupa hand phone, disamping merekam peneliti juga mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan idiolek Boyolali yang ada dalam percakapan tersebut. Setelah itu data yang berupa rekaman tersebut ditranskripsikan kedalam tulisan sekaligus mentabulasi sesuai dengan kategori yang masuk dalam struktur kalimat sekaligus melihat konteks percakapannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar